Langsung ke konten utama

Taliban-AS Masuki Fase Baru Negosiasi soal Afghanistan

Taliban-AS Masuki Fase Baru Negosiasi soal Afghanistan


Foto: Negosiasi Taliban-AS di Doha, Qatar.
KIBLAT.NET, Kabul – Satu minggu setelah perjanjian “pengurangan kekerasan” (RIV) yang diumumkan oleh AS dan kelompok bersenjata Taliban di Afghanistan, akan dilakukan penandatanganan perjanjian damai yang akan menandai berakhirnya perang terpanjang AS.
Perjanjian RIV diadakan ketika kedua pihak bersiap untuk menandatangani kesepakatan damai pada hari Sabtu, setelah hampir dua tahun negosiasi yang berlarut-larut di ibukota Qatar, Doha.
Setidaknya 19 pasukan keamanan dan empat warga sipil telah tewas selama periode itu, menandai angka kematian yang menurun dibandingkan dengan beberapa pekan terakhir.
Penandatanganan perjanjian damai di Doha menjadi awal pembicaraan intra-Afghanistan antara Taliban dan para pemangku kepentingan Afghanistan, termasuk pemerintah negara yang didukung Barat, untuk memutuskan arah masa depan negara itu.
Para analis menyebut kesepakatan itu sebagai pra-perjanjian. Mereka mengatakan tantangan nyata dalam membangun perdamaian abadi adalah pembicaraan intra-Afghanistan, yang perinciannya belum dijabarkan.
“Penting untuk dicatat bahwa perjanjian yang kemungkinan akan ditandatangani pada 29 Februari antara Taliban dan AS itu bukan perjanjian damai,” kata Andrew Watkins, analis senior Afghanistan di International Crisis Group.
“Sebaliknya, ini adalah hasil dari fase awal dari proses perdamaian Afghanistan, yang diperlukan untuk membawa Taliban ke meja (perundingan) dengan pemerintah Afghanistan dan kepemimpinan politik untuk dialog substantif.”
Watkins, juga menunjukkan bahwa AS dan Taliban tidak bermaksud untuk memetakan pertanyaan-pertanyaan kunci tentang masa depan Afghanistan. Sebaliknya, keputusan ini dimaksudkan untuk dibuat dalam negosiasi intra-Afghanistan.
“Kesepakatan AS-Taliban harus dilihat sebagai jendela atau peluang untuk penyelesaian politik dan akhir damai bagi konflik. Tetapi begitu banyak pekerjaan untuk mencapai tujuan itu masih harus dilakukan,” katanya.
Pembicaraan itu, menurut analis dan pejabat pemerintah, bisa memakan waktu berbulan-bulan karena terjadi perpecahan antara Presiden Ashraf Ghani dan Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah terkait masalah-masalah utama.
Anggota Taliban menganggap perjanjian ini sebuah kemenangan. Tetapi para analis mengatakan semua pihak, termasuk pemerintah Afghanistan, telah melakukan kompromi dalam masalah ini.
Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUI Dukung Aksi Bela Uighur Di Kedubes China

MUI Dukung Aksi Bela Uighur Di Kedubes China KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Dr Anwar Abbas tegas mengungkapkan MUI akan mendukung aksi pembelaan terhadap Muslim Uighur. Menurut Abbas, Umat Islam seperti satu tubuh. Jika ada muslim yang didiskriminasi, ditindas, dan dikurangi haknya, maka sudah sewajarnya umat islam di tempat lain bersuara. “Karena umat Islam di Uighur didiskriminasi, dicabut hak-haknya sebagai manusia yang memiliki kebebasan beragama, ya tentu saja umat Islam di Indonesia bicara. MUI jelas mendukung sekali itu,” ujar Abbas ditemui Kiblat.net di ruangannya, Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019). Menurut Abbas, sudah sewajarnya umat Islam Indonesia meminta pemerintah Cina untuk memberikan hak rakyat Uighur untuk melaksanakan ajaran agama sesuai keyakinannya. “Aksi itu kan untuk supaya hak mereka ditegakkan oleh pemerintah Cina, ya harus dukung, masa gak dukung,” ujarnya. Bukan hanya untuk Muslim Uighur, Ab...

Pilu, Bayi-bayi Suriah Kedinginan, Mati Membeku

Pilu, Bayi-bayi Suriah Kedinginan, Mati Membeku KIBLAT.NET, Jakarta – Kita ini masyarakat biasa. Melalui gawai yang tak pernah lepas dari genggaman, kita tahu hari-hari ini di Suriah banyak anak-anak mati beku. Musim dingin yang datang melengkapi cerita pilu rakyat Suriah yang sebagian harus mengungsi di negeri sendiri. Selengkapnya tonton di video berikut ini. Editor: Habib Luthfi

Tadabur Alqur an surat an naml ayat 18 tentang kisah semut yang menginspirasi

 Tadabur Alqur an surat an naml ayat 18 tentang kisah semut yang menginspirasi * Semut yang Menginspirasi Sebagaimana kita tahu bahwa surat An-Naml berbicara tentang peradaban dan piranti-pirantinya, namun sekarang kita bertanya, mengapa surat ini dinamakan dengan An-Naml yang berarti semut?  Hal ini tidak lain dikarenakan kerajaan semut adalah contoh keunggulan peradaban di kalangan binatang serangga. Sekalipun kisah perihal semut hanya disebutkan dalam satu ayat saja, yaitu ayat ke-18 dari surat An-Naml, ia berisi berbagai pelajaran yang layak direnungkan. Allah Ta’ala berfirman,  حَتَّى إِذا أَتَوْا عَلى وادِ النَّمْلِ قالَتْ نَمْلَةٌ يا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَساكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ _“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”_ (An-Naml: 18). ...