Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Tadabbur Al-Qur'an, Mukjizat yang terdapat di Ayat Kursi yang patut kita ketahui

Tadabbur Al-Qur'an, Mukjizat yang terdapat di Ayat Kursi yang patut kita ketahui Allah Ta'ala berfirman, اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255(  _“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa...

Kelembutan Allah dalam Takdir-Nya

Kelembutan Allah dalam Takdir-Nya Ketika mengikutsertakan Musa dalam perjalanannya, Khadhir melakukan tiga hal yang diingkari oleh Musa; melobangi perahu, membunuh anak yang suci dan mendirikan dinding rumah milik dua anak yatim -tanpa upah. Berdasarkan pengakuan Khadhir, _wama fa'altuhu 'an amri, dzalika ta'wilu ma lam tasthi' 'alaihi shabra(n)_, dan aku tidak melakukannya menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuab perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. (Al-Kahfi: 82). Lantas, apa pelajaran yang bisa diambil dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Khadhir di atas? Para ulama sudah banyak mengkajinya, salah satunya ialah bahwa kisah ini menegaskan tentang kelembutan Allah dalam takdir-Nya. Seluruh kejadian-kejadian, kata Syaikh As-Sa'di _Rahimahullah_, yang dilakukan oleh Khadhir ialah takdir murni yang Allah tetapkan, dan pengaturan Allah terhadap seluruh kejadian melalui perantara hamba-Nya yang shalih ini ditujukan untuk memperliha...

Tiada Maaf, Bagi Pelaku Istihza’ Terhadap Islam

Tiada Maaf, Bagi Pelaku Istihza’ Terhadap Islam Stop Istihza’ Terhadap Islam  –  “Hukuman bagi penghina Allah Ta’ala jika ia muslim maka wajib dibunuh menurut ijma’ karena perbuatannya menjadikannya kafir murtad dan kedudukannya lebih buruk dari orang kafir asli” (Syekh Islam Ibnu Taimiyyah) Menghina adalah perbuatan tercela apapun macam dan bentuknya, kepada siapapun di tujukan, minimal itu adalah sebuah kedzoliman kepada sesama hamba apalagi kepada sang Rabb. Dan klimaksnya adalah kekufuran bahkan hukumannya adalah dibunuh tanpa harus diminta untuk bertaubat dan meminta maaf. Para ulama’ memasukkan istihza’ kepada Allah dan Rasul-Nya dalam perkara-perkara yang dapat membatalkan keimanan dan keislaman seseorang, karena mengingat begitu beratnya pelanggaran istihza’ ini dalam pandangan syar’i maupun dalam pandangan manusia. Dalam pandangan manusia saja dan kasus yang telah terjadi, menghina bisa menimbulkan pertumpahan darah apalagi dalam pandangan syar’i . Dari s...

Balasan Setiap Kejahatan Yang kita lakukan

Balasan Setiap Kejahatan Yang kita lakukan         kita mengetahui bahwasanya setiap manusia memiliki salah dan lupa. terkadang taat dan terkadang berdosa . terkadang kita memiliki level taqwa yang tinggi dan melejit tapi terkadang pula kita juga khilaf dan melupan allah yang selalu mengawasi kita hinnga akhirnya taqwa kia hilang dan kita langgar semua aturan-aturan Allah swt. Telah diriwayatkan bahwa ketika ayat ini diturunkan, hal ini terasa berat dirasakan kalangan banyak sahabat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Bakar pernah bertanya terkait ayat ini, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada keberuntungan sesudah ayat ini. Sedangkan semua perbuatan buruk yang pernah kami lakukan, kami mendapat balasannya?” Maka Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, Allah memberikan ampunan kepadamu, bukankah kamu pernah sakit, bukankah kamu pernah mengalami kepayahan, bukankah kamu pernah mengalami kesedihan, bukankah kamu pernah tertimpa musiba...