Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel islam

Suka Menerima Tamu adalah salah satu sifat muslim sejati | Tadzkirotu Manittaqo | RADARDAKWAH

Suka Menerima Tamu adalah salah satu sifat muslim sejati | Tadzkirotu Manittaqo | RADARDAKWAH *Tadzkirotu Manittaqo :* ============:======== *Suka Menerima Tamu* Seorang muslim sejati yg telah meresap dlm jiwanya nilai-nilai kedermawanan, sdh pasti mempunyai sifat senang menjamu tamu, bahagia saat menerimanya, dan bersegera memulialannya. Sifat ini merupakan bagian dari akhlak Islami yg bersumber dari dlm dirinya dan merupakan pancaran keimanannya kpd Allah dan hari akhir akhir. Sebagaimana sabda Rosulullah صلى الله عليه وسلم dlm sebuah hadits : من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه Barangsiapa yg beriman kpd Allah dab hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. HR Bukhori dan Muslim Memuliakan tamu merupakan salah satu bukti bahwa seorang muslim beriman kpd Allah dan hari akhir. Karenanya, memuliakan tamu bisa diibaratkan sebagai sebuah hadiah yg diberikan tuan rumah kpd tamunya. Hadiah itu diberikan sebagai ungkapan terima kasih karena tamu tsb memberinya kesempatan untuk beram...

Berapa Fidyah yang harus dibayarkan oleh wanita hamil jika tidak puasa romadhon?

Berapa Fidyah yang harus dibayarkan oleh wanita hamil jika tidak puasa romadhon? •| * Spesial Fiqih Romadhon * 🌸🕸🌸🕸🌸🕸🌸🕸 ❓ _Bismillah, saya mau tanya *soal wanita hamil* jika tidak bisa berpuasa harus bayar fidyah atau qodho puasanya? kalau misalkan bayar fidyah seberapa ... ?_ _Dan kalau sudah bayar fidyah apakah harus puasa lagi.?_ _Bagaimana.. Apabila wanita tsb tidak mampu membayar fidyah. sukron_ ✅ Dalam kondisi seperti ini maka ulama' mentafshil ( merinci ) : ➖ Apabila Ibu hamil tersebut hanya mengkwatirkan dirinya saja_ Maka ia harus mengqodho'. Hal ini diqiyaskan dengan orang yang sakit. Sebagaimana yang Alloh sebutkan dalam QS.Al Baqoroh : 184. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan : “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” ( al-Mughni : 4/394) ➖ Apabila seorang Ibu Hamil itu mengkhawatirkan dirinya & juga anaknya_ Maka sama saja ia juga harus mengqod...

Tadabbur Al-Qur'an, Mukjizat yang terdapat di Ayat Kursi yang patut kita ketahui

Tadabbur Al-Qur'an, Mukjizat yang terdapat di Ayat Kursi yang patut kita ketahui Allah Ta'ala berfirman, اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255(  _“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa...

Kelembutan Allah dalam Takdir-Nya

Kelembutan Allah dalam Takdir-Nya Ketika mengikutsertakan Musa dalam perjalanannya, Khadhir melakukan tiga hal yang diingkari oleh Musa; melobangi perahu, membunuh anak yang suci dan mendirikan dinding rumah milik dua anak yatim -tanpa upah. Berdasarkan pengakuan Khadhir, _wama fa'altuhu 'an amri, dzalika ta'wilu ma lam tasthi' 'alaihi shabra(n)_, dan aku tidak melakukannya menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuab perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. (Al-Kahfi: 82). Lantas, apa pelajaran yang bisa diambil dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Khadhir di atas? Para ulama sudah banyak mengkajinya, salah satunya ialah bahwa kisah ini menegaskan tentang kelembutan Allah dalam takdir-Nya. Seluruh kejadian-kejadian, kata Syaikh As-Sa'di _Rahimahullah_, yang dilakukan oleh Khadhir ialah takdir murni yang Allah tetapkan, dan pengaturan Allah terhadap seluruh kejadian melalui perantara hamba-Nya yang shalih ini ditujukan untuk memperliha...

Tadabur Alqur an surat an naml ayat 18 tentang kisah semut yang menginspirasi

 Tadabur Alqur an surat an naml ayat 18 tentang kisah semut yang menginspirasi * Semut yang Menginspirasi Sebagaimana kita tahu bahwa surat An-Naml berbicara tentang peradaban dan piranti-pirantinya, namun sekarang kita bertanya, mengapa surat ini dinamakan dengan An-Naml yang berarti semut?  Hal ini tidak lain dikarenakan kerajaan semut adalah contoh keunggulan peradaban di kalangan binatang serangga. Sekalipun kisah perihal semut hanya disebutkan dalam satu ayat saja, yaitu ayat ke-18 dari surat An-Naml, ia berisi berbagai pelajaran yang layak direnungkan. Allah Ta’ala berfirman,  حَتَّى إِذا أَتَوْا عَلى وادِ النَّمْلِ قالَتْ نَمْلَةٌ يا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَساكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ _“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”_ (An-Naml: 18). ...

Taliban dan AS Tandatangani Perjanjian Damai Afghanistan

Sabtu, 6 Rajab 1441 H / 29 Februari 2020 22:00 wib 674 views DOHA, QATAR (voa-islam.com) - Amerika Serikat dan Taliban telah menandatangani perjanjian untuk penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan selama upacara bersejarah di ibukota Qatar, Doha. Salah satu pendiri dan komandan militer Taliban yang yang menjadi pimpinan delegasi kelompok tersebut, Mullah Baradar menandatangani perjanjian itu bersama kepala perunding Washington Zalmay Khalilzad, di sebuah meja bersepuh emas di ruang konferensi di sebuah hotel mewah di Doha. Pasangan itu kemudian berjabat tangan, ketika orang-orang di ruangan itu meneriakkan "Allahu Akbar". Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memandang saat keduanya menandatangani kesepakatan, setelah mendesak para pejuang Taliban untuk "menepati janji Anda untuk memutuskan hubungan dengan Al-Qaidah". Menyikapi peristiwa bersejarah itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan mengamati dengan seksama kepatuhan Tali...

Tiada Maaf, Bagi Pelaku Istihza’ Terhadap Islam

Tiada Maaf, Bagi Pelaku Istihza’ Terhadap Islam Stop Istihza’ Terhadap Islam  –  “Hukuman bagi penghina Allah Ta’ala jika ia muslim maka wajib dibunuh menurut ijma’ karena perbuatannya menjadikannya kafir murtad dan kedudukannya lebih buruk dari orang kafir asli” (Syekh Islam Ibnu Taimiyyah) Menghina adalah perbuatan tercela apapun macam dan bentuknya, kepada siapapun di tujukan, minimal itu adalah sebuah kedzoliman kepada sesama hamba apalagi kepada sang Rabb. Dan klimaksnya adalah kekufuran bahkan hukumannya adalah dibunuh tanpa harus diminta untuk bertaubat dan meminta maaf. Para ulama’ memasukkan istihza’ kepada Allah dan Rasul-Nya dalam perkara-perkara yang dapat membatalkan keimanan dan keislaman seseorang, karena mengingat begitu beratnya pelanggaran istihza’ ini dalam pandangan syar’i maupun dalam pandangan manusia. Dalam pandangan manusia saja dan kasus yang telah terjadi, menghina bisa menimbulkan pertumpahan darah apalagi dalam pandangan syar’i . Dari s...

Balasan Setiap Kejahatan Yang kita lakukan

Balasan Setiap Kejahatan Yang kita lakukan         kita mengetahui bahwasanya setiap manusia memiliki salah dan lupa. terkadang taat dan terkadang berdosa . terkadang kita memiliki level taqwa yang tinggi dan melejit tapi terkadang pula kita juga khilaf dan melupan allah yang selalu mengawasi kita hinnga akhirnya taqwa kia hilang dan kita langgar semua aturan-aturan Allah swt. Telah diriwayatkan bahwa ketika ayat ini diturunkan, hal ini terasa berat dirasakan kalangan banyak sahabat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Bakar pernah bertanya terkait ayat ini, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada keberuntungan sesudah ayat ini. Sedangkan semua perbuatan buruk yang pernah kami lakukan, kami mendapat balasannya?” Maka Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, Allah memberikan ampunan kepadamu, bukankah kamu pernah sakit, bukankah kamu pernah mengalami kepayahan, bukankah kamu pernah mengalami kesedihan, bukankah kamu pernah tertimpa musiba...